Sepakbola, sepakbola merupakan olahraga yang cukup popular di
Negara ini baik sepakbola sesungguhnya di lapangan besar yang berisikan 11
pemain melawan 11 pemain ataupun seperti simulasi sepakbola di lapangan yang
lebih kecil dan di lapangan tertutup yang hanya di isi 5 orang melawan 5 orang
setiap timnya yang sedang menjamur hampir seluruh kota di Negara ini.
Namun populernya olahraga ini tidak di ikuti baiknya induk
organisasi olahraga ini, entah mengapa banyak sekali masalah yang menghampiri
organisasi ini. Kadang merasa tidak habis fikir bahkan sampai menimbulkan rasa
malu ketika melihat organisasi ini mendapatkan masalah, ironisnya masalah ini
terjadi karena pihak internalnya sendiri yang membuatnya. Seharusnya masalah
ini tidak harus terjadi atau dapat di selesaikn tanpa harus menunggu masalah
sebesar ini.
Masalah yang sudah terjadi dua tahun belakangan ini terlalu banyak
kerugian yang di timbulkan seperti terjadinya perpecahan induk organisasi
sepakbola di Negara ini menjadi dua, yang satu dianggap sah oleh Federasi
sepakbola dunia dan yang satu lagi mengkalim sebagai organisasi penyelamat
sepakbola ini membuat terpecahnya liga sepakbola Negara ini yang berimbas
banyaknya klub kloningan, yang dahulunya tidak ada namun mendadak muncul dan
menggunakan embel-embel klub mapan yang sudah ada sebelumnya. Tidak hanya
berdampak pada klub saja tim nasional menjadi tidak berprestasi walaupun efek
ini sudah jauh terjadi sebelum masalah tersebut menghinggapi induk organisasi
tersebut. Tidak berprestasinya Tim nasional yang pada saat itu mengikuti
turnamen dua tahunan di kawasan Asia Tenggara sudah di ramalkan oleh banyak
pengamat karena oraganisasi yang mengaku sebagai organisasi penyelamat
sepakbola Negara ini melarang para pemain yang berada di liganya untuk membela
tim nasional yang di bawahi oleh organisasi sepakbola yang di anggap sah oleh
Federasi sepakbola dunia tersebut. Dan anehnya organisasi penyelamat tersebut
juga membuat tim nasional, sehingga Negara ini memiliki dua tim nasional. Super
sekali, tak pernah kejadian di Negara manapun kita sebagai pioneer coy..
Dua tahun berseteru antara dua organisasi tersebut dan sekarang
syukurnya sudah selesai beberapa masalah yang menimpa induk organisai karena
masih cukup banyak PR yang harus di selesaikan oleh induk organisasi tersebut.
Dari beberapa masalah yang sudah terselesaiakan, masalah mengenai berbagai
macam dualisme seperti dualisme organisasi, liga bahkan sampai tim nasional
termasuk masalah yang sudah di selesaikan. Saat ini semua pemangku kekuasaan
sepakbola di Negara ini sudah bersatu setalah sekian lama bertengkar seperti
anak kecil, lupakan semua masa lalu sekarang saatnya kita menatap masa depan
untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik.
Terima kasih Bapak-bapak yang terhormat telah mau menurunkan
egonya masing-masing dan telah mau bersatu untuk sepakbola Indonesia yang lebih
baik, sekali lagi terima kasih Pak dan saya tetap berharap kejadian dualisme
nan memalukan untuk tidak terjadi lagi.
0 komentar:
Posting Komentar