Jumat, 03 Januari 2014

(Sebuah) Harapan Sepakbola Indonesia 2

Sebenarnya saya pribadi memiliki keinginan tersendiri dan berharap semuanya dapat di aplikasikan segera ke sepakbola Indonesia, semua elemen sepakbola Negara ini harus berkomitmen untuk memajukan sepakbola Negara ini.

Pertama, PSSI harus benar-benar membuat regulasi yang bagus dan serapih mungkin tentang aturan di Liga Indonesia dan Timnas Indonesia agar semua pihak tahu apakah yang di lakukannya melanggar peraturan atau tidak dan harus tegas dalam melaksanakan peraturan yang di buat serta menjamin persepakbolaan Indonesia terbebas dari campur tangan pihak luar yang akan menggangu ketentraman sepakbola seperti politik misalnya yang hanya akan mencari muka terhadap pencinta sepakbola Indonesia. Melalui Pengurus Provinsi sebaiknya PSSI dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat untuk dapat membenahi stadion yang ada di daerah tersebut menjadi standar nasional setidaknya agar semua daerah di seluruh Indonesia memiliki stadion yang layak dari segala aspek seperti penerangan, rumput yang berstandar nasional, serta aspek-aspek lain yang berpengaruh terhadap stadion itu sendiri. Selain itu membuat komplek olahraga juga cukup penting ini di fungsikan untuk melatih anak-anak muda yang ada di daerah untuk menjadi pemain yang bagus kedepannya.

Membentuk tim dengan berbagai jenjang umur di daerah sangat penting juga karena ini akan membuat banyak stok pemain muda di seluruh penjuru daerah Indonesia, tidak hanya itu PSSI juga harus serius untuk membuat turnamen yang mempertandingkan tim-tim dari pengurus PSSI di daerah dari semua jenjang umur bila perlu dari jenjang umur U23 sampai U5 mungkin agar kita memiliki stok pemain yang berlimpah karena ini semua untuk Timnas juga kedepannya. Turnamen juga merupakan ajang promosi bagi pemain untuk dapat di lirik dari klub lokal maupun klub luar negeri.

Tidak juga ketinggalan PSSI juga harus rutin memberi pelatihan terhadap perangkat pertandingan yang masih muda agar berkompeten seperti wasit dan hakim garis. Juga memberi pelatihan kepada calon pelatih-pelatih untuk mengikuti pelatihan agar memiliki lisensi yang minimal standar AFC namun akan lebih baik jika standar FIFA yang kedepannya dapat ditugaskan untuk melatih tim di jenjang umur di seluruh daerah tadi jika tidak itu dapat juga di rekrut oleh klub di Indonesia. Sehingga kita memiliki banyak stok pemain, pelatih dan juga wasit yang berkompeten. 

Kedua, Regulator yang bertugas untuk menyelenggarakan Liga Indonesia harus dapat menciptakan suasanya yang nyaman di semua pertandingan Liga Indonesia dengan membuat peraturan tegas yang dapat menggangu kenyamanan pendukung ketika menonton pertandingan Liga Indonesia. Dan sebaiknya regulator Liga Indonesia bukan hanya menyelenggarakan kompetisi teratas dan kedua saja akan ada baiknya jika regulator tersebut membuat unit yang mengurusi semua klub baik yang semi professional sampai yang masih amatir, namun unit tersebut masih merupakan bagian dari perusahaan yang di tunjuk sebagai regulator Liga Indonesia karena apa jika sudah sejak dari dini di kelola oleh regulator yang sama, si regulator dapat mengetahui plus minusnya dari semua sisi termasuk segi keuangan di semua klub sehingga tidak ada lagi terjadinya kejadian gaji yang tertunggak, sampai harus kehilangan nyawa karena tak memiliki uang untuk berobat karena gaji yang tak kunjung di bayar.

Regulator juga harus memberikan hadiah kepada semua klub yang mengikuti kompetisi yang cukup setidaknya dapat menutupi semua pengeluaran klub, ini semua bisa terjadi jika banyak sponsor yang mendukung, itu sebabnya regulator harus kerja keras untuk mencari sponsor sebanyak-banyaknya agar mendapatkan sokongan dana yan cukup berlimpah. Dalam menyusun jadwal pertandingan sebaiknya regulator hanya membuat pertandingan terjadi hanya di hari sabtu dan minggu (week end) sehingga dapat banyak menyedot banyak penonton dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur sehingga hari lainnya (week days) dapat di gunakan untuk menyelenggarakan Piala Indonesia atau Asia Champions League / AFC Cup. Regulator juga harus bekerjasama dengan stasiun televisi agar semua pertandingan dapat di siarkan tanpa ada klub yang merasa tidak pernah di siarkan secara langsung pertandingannya. Serta tidak lupa juga membuat turnamen untuk usia junior bahkan sampai dini agar bakat pemain semakin terasah.

Ketiga, Klub merupakan objek utama karena apa karena dialah pemeran utama untuk menuju industri sepakbola, ada sebuah pemikirian pribadi saya tentang klub  yaitu semua klub di Indonesia saya harapkan untuk mengganti nama serta logonya hal ini bukannya tanpa alasan karena saya berpikir nama tidak harus diawali dengan Pers (Persatuan Sepakbola) karena sistem saat ini bukan lagi dengan sistem Perserikatan. Logo, kebanyakan logo klub saat ini mirip bahkan sama dengan lambang daerah di mana mereka berasal. Sehingga harapan saya kedepannya semua klub memiliki nama dan logo yang menjual dan modern.

Keuangan merupakan masalah besar yang menghampiri sebagian klub di Indonesia ini karena pengeluaran yang semakin besar namun pendapatan tidak bertambah karena tidak adanya sponsor yang masuk, bisakah kita atasi ini.? Tentu bisa.

Pertama-tama klub dapat bekerjasama dengan Pemkot/Pamkab dalam hal stadion, ini di maksudkan agar  stadion yang di pakai oleh klub menggunakan individual seat agar mudah untuk mengatur penontonnya dan meminimalisir adanya tiket palsu namun jika hal itu sulit untuk di lakukan klub dapat merekayasa stadion agar penonton yang ingin menonton dapat tertampung semua ke stadion.

Selanjutnya saya berharap Panitia Pelaksana (Panpel) kedepannya tidak merupakan pihak eksternal dari klub melainkan sebuah unit di perusahaan yang menangui klub sehingga pendapatan yang di dapat dari tiket dapat langsung digunakan oleh klub untuk menghidupi klub tersebut

Merchandise, jika di luar negeri ini merupakan salah satu faktor pendapatan yang besar di klub namun tidak halnya di Indonesia, karena bagi klub Indonesia faktor ini belum di garap dengan serius, kita harus meniru klub luar negeri yang menjadikan penjualan merchandise sebagai faktor pendapatan klub yang besar. Dalam hal ini klub dapat membantu program Pemerintah dimana gunakan produk dalam negeri, klub dapat bekerjasama dengan produk apparel dalam negeri karena selain itu merupakan produk anak negeri ini harga jual merchandise dari produk lokal lebih murah ketimbang dari apparel luar negeri, harga yang murah akan merangsang supporter untuk membelinya. Tidak hanya bermodalkan murah saja, klub harus juga proaktif dalam mendesain segala macam merchandise agar semua merchandise yang akan di jual akan terlihat menarik dan akan menarik minat supporter untuk membelinya.

Klub juga harus mencari sponsor yang cukup banyak untuk dapat ‘bertahan hidup’ selama kompetisi berlangsung namun penempatan sponsor di jersey pemain harus di tata agar estetikanya tetap terjaga.

Untuk menuju sepakbola industri semua fasilitas harus di gunakan oleh klub untuk ‘berjualan’. Kedepannya saya berharap semua klub sudah memiliki akun Facebook dan Twitter untuk menjadikan klub lebih dekat dengan pendukungnya serta klub harus membuat website yang di mana di situ harus ada fitur tokonya agar pendukung sebuah klub namun berada di luar daerah tersebut masih tetap bisa membeli merchendise klub kesayangannya. Klub juga bisa menjadikan supporternya sebagai pegawai yang menjual merchandise.

Semua klub juga harus membentuk tim junior dari U23 bahkan sampai U5 sebagai regenerasi tim bila perlu membuat sekolah sepakbola sebagai salah satu pendapan klub, ini bisa di buat karena regulator juga akan mewadahi dengan membuat turnamen di setiap jenjang usianya.

Klub juga seharusnya jangan hanya memikirkan rencananya untuk satu atau dua tahun kedepan tetapi harus berpikiran tentang jangka panjang klub, bagaimana klub ini bisa mandiri dalam segala aspek, infrastruktur misalnya, stadion yang digunakan klub Indonesia saat ini bukan lah milik klub itu sendiri namun masih menyewa dari stadion milik Pemda saya harapkan klub Indonesianya dapat menanbung untuk bisa membangun stadion sendiri karena dengan memiliki stadion sendiri klub akan menjadi leluasa untuk menambah pendapatannya misalnya dengan membayar untuk tur keliling stadion atau untuk melihat museum klub yang ada di stadion serta tidak perlu untuk membayar sewa kepada Pemda lagi.

Keempat, Supporter merupakan elemen penting bagi sebuah klub sepakbola karena berkat supporter lah akan banyak sponsor yang akan masuk mensponsori klub kesayangannya, berharap supporter untuk tidak melanggar peraturan yang di buat regulator agar tidak merugikan klub kesayanganya dan jangan lah bersikap anarkis. Kita hanya bermusuh selama 90 menit selepas dari itu kita menjadi teman lagi, berharap tidak ada lagi sweeping terhadap supporter yang di anggap bersebrangan. Anarkis tidak ada untungnya sama sekali lebih baik sibuk untuk membangun klub kesayangan. Supporter juga dengan kesadaran sendiri untuk bisa membeli produk asli yang di jual oleh klub yang akan membantu keuangan klub.


Berharap sepakbola Indonesia semakin maju. 
Share:

(Sebuah) Harapan Sepakbola Indonesia 1

Sepakbola, lagi lagi sepakbola yang menjadi buah bibir di masyarakat karna apa.? Prestasi Timnas yang meraih juara di sebuah kejuaraan.? Bukan.! Lalu apa.? Klub Indonesia dapat berbicara banyak di kancah Asia atau Dunia.? Bukan juga.! Oh mungkin Pemain Indonesia sudah ada yang bermain di klub besar di Eropa.? Pemain Indonesia sudah ada yang bermain di Eropa namun bukan di tim intinya, ini cukup mengembirakan namun bukan hal ini yang menjadi sepakbola di Negara ini di perbincangkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ramainya perbincangan oleh masyarakat tentang PSSI di karenakan karena masalah yang terjadi di tubuh PSSI sendiri, karena adanya dualisme yang terjadi berlarut-larut dan tak kunjung selesai masalah ini. Kalau di lihat dari sisi masalahnya ini bukan merupakan masalah nan besar namun entahlah ada faktor lain di belakan masalah ini, kita pun tidak tau..

Ah sudah lah, sekarang ini toh masalahnya sudah selesai dan kita sebagai pencinta sepakbola Negara ini bisa bernafas lega. Sebenarnya tugas yang di bebankan oleh Ketua Umum terpilih saat ini memang cukup berat karena harus mengakomodir semua kebutuhan klub yang sudah terpecah namun harus di satukan kembali, namun setiap langkah yang di ambil untuk menyatukan ini tidak lah mudah karena pasti ada pro dan juga ada kontranya. Namun apesnya bagi Ketua Umum terpilih saat itu ketika menjalankan programnya terlalu banyak suara yang tidak mendukungnya ketimbang yang mendukungnya, namun yang tidak bisa kita (masyarakat) tolerir kenapa harus sampai adanya perpecahan di Induk Organisasi Olahraga yang olahraganya sendiri sangat di cintai oleh sebagian besar masyarakat di Negara ini.

Sudah tidak ada gunanya untuk menyesali masa lalu yang terjadi, jadikan perpecahan di masa lalu tersebut menjadi sebuah pelajaran nan berharga untuk di masa yang akan datang, saatnya kita menyongsong sepakbola kita yang sudah bersatu dan satu suara ini untuk meraih prestasi bukan sensasi sebanyak-banyaknya.

Di tahun ini ya tahun ini sepakbola kita akan memulai langkah pertamnya untuk meraih prestasi-prestasi yang sudah di impikan kebanyakan masyarakat Indonesia apa itu.? Piala.? Ya, kita menginginkan piala yang banyak karena prestasi sepakbola kita, namun bukan itu yang menjadi prioritas kita saat ini yang terpenting adalah sudah bersatunya kembali sepakbola kita, ini sudah merupakan ‘prestasi’ bukan.

Sebentar lagi kita akan memulai ‘industri’ sepakbola Indonesia katanya, entah kenapa sulit sekali untuk kita meraih pencapaian kearah sana. Kita sudah kalah jauh dengan Jepang yang katanya belajar sepakbola dengan Indonesia, kita sudah kalah jauh dengan liga-liga sepakbola di Asia Timur sangat jauh bahkan, beberapa pengamat mengatakan kita menjadi liga terbaik di Asia Tenggara, benarkah haha sepertinya tidak kita cukup tertinggal dari Thailang yang sangat focus dalam membangun sepakbolanya. Ada lagi.? Ah sudah itu tadi hanya sebuah suara minor dan pesimis, sesulit itukah kita untuk mengejar mereka semua sepertinya tidak kita hanya harus fokus dan bekerja keras dalam bekerja agar sepakbola kita dapat mengejar meraka bahkan melampaui.

Share: