Sebenarnya saya pribadi memiliki keinginan
tersendiri dan berharap semuanya dapat di aplikasikan segera ke sepakbola
Indonesia, semua elemen sepakbola Negara ini harus berkomitmen untuk memajukan
sepakbola Negara ini.
Pertama, PSSI
harus benar-benar membuat regulasi yang bagus dan serapih mungkin tentang
aturan di Liga Indonesia dan Timnas Indonesia agar semua pihak tahu apakah yang
di lakukannya melanggar peraturan atau tidak dan harus tegas dalam melaksanakan
peraturan yang di buat serta menjamin persepakbolaan Indonesia terbebas dari
campur tangan pihak luar yang akan menggangu ketentraman sepakbola seperti
politik misalnya yang hanya akan mencari muka terhadap pencinta sepakbola
Indonesia. Melalui Pengurus Provinsi sebaiknya PSSI dapat bekerjasama dengan
Pemerintah Daerah setempat untuk dapat membenahi stadion yang ada di daerah
tersebut menjadi standar nasional setidaknya agar semua daerah di seluruh
Indonesia memiliki stadion yang layak dari segala aspek seperti penerangan,
rumput yang berstandar nasional, serta aspek-aspek lain yang berpengaruh
terhadap stadion itu sendiri. Selain itu membuat komplek olahraga juga cukup
penting ini di fungsikan untuk melatih anak-anak muda yang ada di daerah untuk
menjadi pemain yang bagus kedepannya.
Membentuk tim dengan berbagai jenjang
umur di daerah sangat penting juga karena ini akan membuat banyak stok pemain muda
di seluruh penjuru daerah Indonesia, tidak hanya itu PSSI juga harus serius
untuk membuat turnamen yang mempertandingkan tim-tim dari pengurus PSSI di
daerah dari semua jenjang umur bila perlu dari jenjang umur U23 sampai U5
mungkin agar kita memiliki stok pemain yang berlimpah karena ini semua untuk
Timnas juga kedepannya. Turnamen juga merupakan ajang promosi bagi pemain untuk
dapat di lirik dari klub lokal maupun klub luar negeri.
Tidak juga ketinggalan PSSI juga harus
rutin memberi pelatihan terhadap perangkat pertandingan yang masih muda agar
berkompeten seperti wasit dan hakim garis. Juga memberi pelatihan kepada calon pelatih-pelatih
untuk mengikuti pelatihan agar memiliki lisensi yang minimal standar AFC namun
akan lebih baik jika standar FIFA yang kedepannya dapat ditugaskan untuk
melatih tim di jenjang umur di seluruh daerah tadi jika tidak itu dapat juga di
rekrut oleh klub di Indonesia. Sehingga kita memiliki banyak stok pemain,
pelatih dan juga wasit yang berkompeten.
Kedua, Regulator
yang bertugas untuk menyelenggarakan Liga Indonesia harus dapat menciptakan
suasanya yang nyaman di semua pertandingan Liga Indonesia dengan membuat
peraturan tegas yang dapat menggangu kenyamanan pendukung ketika menonton
pertandingan Liga Indonesia. Dan sebaiknya regulator Liga Indonesia bukan hanya
menyelenggarakan kompetisi teratas dan kedua saja akan ada baiknya jika regulator
tersebut membuat unit yang mengurusi semua klub baik yang semi professional
sampai yang masih amatir, namun unit tersebut masih merupakan bagian dari
perusahaan yang di tunjuk sebagai regulator Liga Indonesia karena apa jika
sudah sejak dari dini di kelola oleh regulator yang sama, si regulator dapat
mengetahui plus minusnya dari semua sisi termasuk segi keuangan di semua klub sehingga
tidak ada lagi terjadinya kejadian gaji yang tertunggak, sampai harus
kehilangan nyawa karena tak memiliki uang untuk berobat karena gaji yang tak
kunjung di bayar.
Regulator juga harus memberikan hadiah
kepada semua klub yang mengikuti kompetisi yang cukup setidaknya dapat menutupi
semua pengeluaran klub, ini semua bisa terjadi jika banyak sponsor yang
mendukung, itu sebabnya regulator harus kerja keras untuk mencari sponsor
sebanyak-banyaknya agar mendapatkan sokongan dana yan cukup berlimpah. Dalam
menyusun jadwal pertandingan sebaiknya regulator hanya membuat pertandingan
terjadi hanya di hari sabtu dan minggu (week end) sehingga dapat banyak
menyedot banyak penonton dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur
sehingga hari lainnya (week days) dapat di gunakan untuk menyelenggarakan Piala
Indonesia atau Asia Champions League / AFC Cup. Regulator juga harus bekerjasama
dengan stasiun televisi agar semua pertandingan dapat di siarkan tanpa ada klub
yang merasa tidak pernah di siarkan secara langsung pertandingannya. Serta
tidak lupa juga membuat turnamen untuk usia junior bahkan sampai dini agar
bakat pemain semakin terasah.
Ketiga, Klub
merupakan objek utama karena apa karena dialah pemeran utama untuk menuju
industri sepakbola, ada sebuah pemikirian pribadi saya tentang klub yaitu semua klub di Indonesia saya harapkan
untuk mengganti nama serta logonya hal ini bukannya tanpa alasan karena saya
berpikir nama tidak harus diawali dengan Pers (Persatuan Sepakbola) karena
sistem saat ini bukan lagi dengan sistem Perserikatan. Logo, kebanyakan logo
klub saat ini mirip bahkan sama dengan lambang daerah di mana mereka berasal.
Sehingga harapan saya kedepannya semua klub memiliki nama dan logo yang menjual
dan modern.
Keuangan merupakan masalah besar yang
menghampiri sebagian klub di Indonesia ini karena pengeluaran yang semakin
besar namun pendapatan tidak bertambah karena tidak adanya sponsor yang masuk,
bisakah kita atasi ini.? Tentu bisa.
Pertama-tama klub dapat bekerjasama
dengan Pemkot/Pamkab dalam hal stadion, ini di maksudkan agar stadion yang di pakai oleh klub menggunakan
individual seat agar mudah untuk mengatur penontonnya dan meminimalisir adanya
tiket palsu namun jika hal itu sulit untuk di lakukan klub dapat merekayasa
stadion agar penonton yang ingin menonton dapat tertampung semua ke stadion.
Selanjutnya saya berharap Panitia
Pelaksana (Panpel) kedepannya tidak merupakan pihak eksternal dari klub
melainkan sebuah unit di perusahaan yang menangui klub sehingga pendapatan yang
di dapat dari tiket dapat langsung digunakan oleh klub untuk menghidupi klub
tersebut
Merchandise, jika di luar negeri ini
merupakan salah satu faktor pendapatan yang besar di klub namun tidak halnya di
Indonesia, karena bagi klub Indonesia faktor ini belum di garap dengan serius,
kita harus meniru klub luar negeri yang menjadikan penjualan merchandise
sebagai faktor pendapatan klub yang besar. Dalam hal ini klub dapat membantu
program Pemerintah dimana gunakan produk dalam negeri, klub dapat bekerjasama
dengan produk apparel dalam negeri karena selain itu merupakan produk anak
negeri ini harga jual merchandise dari produk lokal lebih murah ketimbang dari
apparel luar negeri, harga yang murah akan merangsang supporter untuk membelinya.
Tidak hanya bermodalkan murah saja, klub harus juga proaktif dalam mendesain
segala macam merchandise agar semua merchandise yang akan di jual akan terlihat
menarik dan akan menarik minat supporter untuk membelinya.
Klub juga harus mencari sponsor yang
cukup banyak untuk dapat ‘bertahan hidup’ selama kompetisi berlangsung namun
penempatan sponsor di jersey pemain harus di tata agar estetikanya tetap
terjaga.
Untuk menuju sepakbola industri semua
fasilitas harus di gunakan oleh klub untuk ‘berjualan’. Kedepannya saya
berharap semua klub sudah memiliki akun Facebook dan Twitter untuk menjadikan
klub lebih dekat dengan pendukungnya serta klub harus membuat website yang di
mana di situ harus ada fitur tokonya agar pendukung sebuah klub namun berada di
luar daerah tersebut masih tetap bisa membeli merchendise klub kesayangannya.
Klub juga bisa menjadikan supporternya sebagai pegawai yang menjual
merchandise.
Semua klub juga harus membentuk tim
junior dari U23 bahkan sampai U5 sebagai regenerasi tim bila perlu membuat
sekolah sepakbola sebagai salah satu pendapan klub, ini bisa di buat karena
regulator juga akan mewadahi dengan membuat turnamen di setiap jenjang usianya.
Klub juga seharusnya jangan hanya
memikirkan rencananya untuk satu atau dua tahun kedepan tetapi harus berpikiran
tentang jangka panjang klub, bagaimana klub ini bisa mandiri dalam segala
aspek, infrastruktur misalnya, stadion yang digunakan klub Indonesia saat ini
bukan lah milik klub itu sendiri namun masih menyewa dari stadion milik Pemda
saya harapkan klub Indonesianya dapat menanbung untuk bisa membangun stadion
sendiri karena dengan memiliki stadion sendiri klub akan menjadi leluasa untuk
menambah pendapatannya misalnya dengan membayar untuk tur keliling stadion atau
untuk melihat museum klub yang ada di stadion serta tidak perlu untuk membayar
sewa kepada Pemda lagi.
Keempat, Supporter
merupakan elemen penting bagi sebuah klub sepakbola karena berkat supporter lah
akan banyak sponsor yang akan masuk mensponsori klub kesayangannya, berharap
supporter untuk tidak melanggar peraturan yang di buat regulator agar tidak
merugikan klub kesayanganya dan jangan lah bersikap anarkis. Kita hanya
bermusuh selama 90 menit selepas dari itu kita menjadi teman lagi, berharap
tidak ada lagi sweeping terhadap supporter yang di anggap bersebrangan. Anarkis
tidak ada untungnya sama sekali lebih baik sibuk untuk membangun klub
kesayangan. Supporter juga dengan kesadaran sendiri untuk bisa membeli produk
asli yang di jual oleh klub yang akan membantu keuangan klub.
Berharap sepakbola Indonesia semakin
maju.
0 komentar:
Posting Komentar